Stop Kekerasan Pada Anak: Menjadi Orangtua Yang Berdamai Dengan Diri Sendiri

Stop Kekerasan Pada Anak: Menjadi Orangtua Yang Berdamai Dengan Diri Sendiri

Ada yang tahu ini hari apa? Yes, ini hari Kamis, 23 Juli 2020. 😀

Tapi,,,bukan itu saja loh. Hari ini istimewa karena setiap tanggal 23 Juli kita memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Tema yang diangkat dalam perayaan HAN tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.” Tidak sama dengan perayaan-perayaan sebelumnya, peringatan HAN kali ini diadakan secara virtual mengingat pandemi yang belum juga mau pergi dari negeri ini.

Nah, berbicara tentang perlindungan anak, bagaimanakah kondisi anak-anak Indonesia kini? Ternyata, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) mencatat sebanyak 3.928 kasus kekerasan terhadap anak (usia 13 sampai 17 tahun) terjadi di Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2020 saja. (jabarnews.com) Dari angka ini, 55 persen dari kasus tersebut adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Selain pelecehan seksual, kekerasan pada anak juga dapat berupa: (1) kekerasan fisik; (2) kekerasan emosional/psikis yang biasanya terjadi melalui kekerasan verbal; (3) penyalahgunaan medis (misal kasus penyengajaan anak sakit); (4) dan yang paling jarang disadari orangtua yaitu kekerasan berupa pengabaian kebutuhan primer anak (sandang, pangan, papan, kasih sayang, pendidkan, dan kesehatan yang layak).

Yang menyedihkan, riset Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tahun 2015 menemukan bahwa sebagian besar pelaku kekerasan pada anak adalah orang terdekat, baik itu orangtua kandung atau tiri, saudara, teman terdekat, dan lain sebagainya. (Tirto.id) Ini terjadi karena beberapa hal, diantaranya pengalaman pola asuh orang tua di masa kecil yang juga penuh dengan kekerasan. Ibarat lingkaran setan, anak yang dibesarkan dengan penuh kekerasan kelak akan menjadi orang tua yang juga penuh kekerasan.

berita kekerasan pada anak
Berita Kekerasan Pada Anak

Lalu, bagaimana cara untuk memutus lingkaran setan ini? Salah satu kuncinya adalah perubahan pada sisi orang tua. Bagaimanapun masa lalu kita, ketika sudah menjadi orangtua maka wajib hukumnya memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anak.

Berikut beberapa tips yang bisa ditempuh untuk membantu kesiapan kita sebagai orang tua:

#1. Forgive & Let Go

Luka pengasuhan masa kecil akan terus menggelayuti pribadi yang memendamnya. Cara untuk melepaskannya adalah dengan memaafkan diri sendiri dan orang lain yang menimbulkan luka tersebut. Cara memaafkannya bisa beragam, misalnya dengan pendekatan religius, sesuai dengan keyakinan yang di anut. Bagi seorang muslim, setiap peristiwa yang dialami adalah bagian dari takdir-Nya yang sarat akan hikmah. Jika dirasa perlu, jangan ragu untuk meminta bantuan professional seperti psikolog atau psikiater.

#2 Menyadari dampak negatif kekerasan pada anak

 

Seorang pakar biologi dan anatomi sel dari Chicago Medical School, Lise Eliot, Ph.D., mengungkap lewat penelitiannya bahwa satu teriakan saja yang diarahkan pada anak-anak mampu menggugurkan sel-sel otak mereka. Bayangkan jika kejadian itu terjadi berulang-ulang, dan bahkan bila disertai kekerasan fisik.

 

#3 Mempelajari ilmu pengasuhan yang baik

Di era informasi digital ini, segala ilmu bisa didapatkan dengan mudah. Beragam teori pengasuhan bisa dipelajari mulai dari Positive Parenting, Pendidikan Berbasis Fitrah, Prophetic Parenting, dll. Kesemuanya sangat berguna bagi orangtua dalam membersamai anak dengan penuh kasih sayang.

#4 Self Love & Self Care

Self-love bisa dipahami sebagai rasa mencintai diri sendiri dengan melibatkan aspek menghargai diri sendiri, percaya diri, dan peduli pada diri sendiri. Self love sangat penting untuk membantu kesehatan jiwa seseorang. Salah satu cara mengaplikasikan self love adalah dengan memberikan perhatian kepada kebutuhan diri, misal dengan melakukan hal-hal yang membahagiakan. Hal itu bisa sesederhana membuat secangkir teh hangat di pagi hari sambil menghirup udara segar sebelum anak-anak terbangun atau hal simple lain yang intinya adalah to spend some quality time for ourselves.

#5 Menyadari anak adalah amanah dari Allah SWT

Islam memandang bahwa setiap anak yang lahir di dunia ini memiliki fitrah
suci. Ia ibarat kertas putih yang akan diisi oleh kedua orangtuanya. Anak adalah amanah Sang Khaliq bagi orangtua yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Barang siapa yang dengan
sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya dan
meninggalkannya begitu saja, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang
sangat besar.”

anak amanah orang tua
Kita tidak bisa meNGubah apa yang telah terjadi di masa lampau. Tapi, kita tentu bisa berusaha untuk membentuk masa depan diri dan anak-anak kita agar bebas dari kekerasan. Mari berdamai dengan masa lalu dan melangkah ke depan untuk menghadirkan pengasuhan terbaik bagi buah hati. Jangan sampai kita menjadi bagian dari lingkaran setan yang membuat kekerasan pada anak seolah tak ada habisnya.Selamat Hari Anak Nasional 2020!

Laporkan Kekerasan Pada Anak Melalui:

Telpon 112 (Untuk DKI) atau

hubungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di https://www.kpai.go.id /hubungi-kami  

Referensi:

-       https://jabarnews.com/read/88614/kpppa-catat-3928-kekerasan-pada-anak-indonesia-55-persen-kasus-seksual

-        https://tirto.id/bapak-ibu-kandung-di-ranking-teratas-pelaku-kekerasan-pada-anak-cYdp

-       https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/7-cara-mengelola-inner-child-dalam-mengasuh-anak

-       https://health.kompas.com/read/2020/03/08/193400268/apa-itu-self-love-?page=all

 

mamafahima
admin@yulianasamad.com
No Comments

Post A Comment