Kenangan di Perpustakaan

Source: Background photo created by mrsiraphol - www.freepik.com

Kenangan di Perpustakaan

Siapa yang tahu tentang Hari Kunjung Perpustakaan?

Jangan-jangan malah belum pernah dengar, hi… hi

Sesungguhnya sayapun termasuk yang baru mendengar tentang Hari Kunjung Perpustakaan ūüėÄ

Gara-gara tantangan dari Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional (RBM IP) Jakarta untuk menulis dengan tema ‚ÄúKenangan di Perpustakaan‚ÄĚ, jadilah saya mencari tahu tentang Hari Kunjung Perpustakaan.

Usut punya usut, ternyata Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap tanggal 14 September, bersamaan dengan Bulan Gemar Membaca. Mengutip dari kumparan.com, ide pencanangan Hari Kunjung Perpustakaan dicetuskan oleh Kepala Perpustakaan Nasional pertama di Indonesia yaitu Ibu Mastini Hardjoprakoso. Wih, mengetahui hal ini, saya menjadi semakin bangga bahwa perempuan Indonesia punya andil besar dalam pelestarian dan peningkatan budaya baca di Tanah Air! 

Nah, terkait dengan tema ‚ÄúKenangan di Perpustakaan‚ÄĚ, tentu saja ada banyak kenangan indah di salah satu tempat favorit saya ini. Berada diantara deretan buku membuat mata saya berbinar-binar! Apalagi buku-buku yang saya sukai yaitu seputar dunia pengasuhan anak, agama, novel yang diangkat dari kisah nyata, pengembangan diri, dan lain sebagainya.

Kenangan buruk ada? Ya ada juga sih. Kebanyakan kenangan buruk di perpustakaan muncul di saat saya masih menjadi mahasiswa yang berjuang mengejar tenggat pengumpulan tugas, hihi… Kalau sudah begini, perpustakaan ibarat tembok-tembok kaku yang ingin saya rubuhkan karena tak sanggup lagi membaca bahan kuliah hahaha … Tapiii, masa-masa menegangkan itu sudah lama berlalu.¬† Sekarang saya selalu merasa rindu untuk kembali ke perpustakaan, terlebih di tengah pandemi seperti ini dimana anak-anak butuh banyak asupan buku untuk mengisi hari-harinya.

Salah satu kenangan terindah saya dengan perpustakaan adalah ketika saya dan keluarga masih tinggal di Amerika, tepatnya di San Francisco (SF). Betapa bahagianya diri ini ketika mengetahui bahwa apartemen mungil yang kami tempati berada persis di seberang perpustakaan umum. Sungguh-sungguh sebuah kemewahan! Meskipun tidak begitu besar, perpustakaan lokal (suburb) di San Francisco memiliki koleksi buku dan video edukasi yang berlimpah dan sangat menarik. Di perpustakaan ini anak-anak boleh meminjam buku sebanyak mungkin tanpa ada batasan waktu.

Hampir setiap hari, saya dan kedua¬†bocil¬†selalu mengunjungi perpustakaan. Berbekal jaket, air minum, camilan ringan, dan beberapa tas belanja besar, kami berangkat dengan semangat menuju perpustakaan. Ya, tas belanja besar wajib dibawa untuk dipenuhi dengan aneka buku untuk bahan bacaan kami sehari-hari. Seringkali saya tergopoh-gopoh berjalan pulang menenteng buku yang begitu berat sambil menggendong bayi dan menggandeng Si Sulung yang ketika itu baru berusia tiga tahun. Belum lagi kalau Kakak merengek minta jajan di tengah jalan. Wah, rasanya ingin berubah menjadi gurita yang punya banyak tangan agar bisa menenteng semuanya serentak, hihihi …

 

Menunggu Perpustakaan Buka
Meminjam Buku Di Perpustakaan di SF

Tidak hanya buku, perpustakaan di San Francisco juga menawarkan berbagai program gratis untuk anak. Program rutin dilakukan sebanyak dua kali seminggu dengan satu sesinya berlangsung selama tiga puluh menit. Biasanya program ini diisi dengan pembacaan cerita dan lagu yang diiringi gerakan untuk menstimulasi motorik kasar anak. Yang menarik, sesi ini biasanya menggunakan dua bahasa, tergantung dari latar belakang mayoritas penduduk di sekitarnya. Misalnya, ketika kami tinggal di kawasan tengah kota San Francisco, kegiatan anak perpustakaan setempat menggunakan bahasa Inggris dan Spanyol, karena penduduknya sebagian besar berdarah Spanyol. Sementara, ketika kami pindah ke kawasan lain yang mayoritas beretnis China, lagu-lagu anak yang diajarkan di perpustakaan menggunakan Bahasa Inggris dan Cina. Jadi, anak-anak di Amerika terbiasa dengan dua bahasa (bilingual). Dokter anak di Amerika memang menyarankan untuk membiasakan dua bahasa pada anak sejak dini. Menurut mereka, hal ini akan menstimulasi otak anak secara lebih kompleks.

Pada bulan tertentu, biasanya di musim libur sekolah, perpustakaan di San Francisco mengadakan rangkaian kegiatan anak-anak selama satu bulan penuh. Selain story telling, kegiatan yang dilakukan bisa berupa melukis wajah (face painting), bermain dengan balon air, playdough, lego, mendatangkan tokoh dari beragam profesi, dan bahkan juga kegiatan kunjungan ke beberapa tempat, seperti kantor pemadam kebakaran ataupun hutan nasional. Jadi, jika berkesempatan mengunjungi perpustakaan di Amerika, segera minta jadwal kegiatan anak bulanan yang biasanya mereka letakkan di meja informasi. Acaranya seru dan tentu saja, gratis! Hehe …¬†

Salah Satu Sesi Bercerita di Perpustakaan SF
Bedtime Story Dengan Setumpuk Buku

Aaah, kalau ingat itu semua rasanya rindu sekali dengan perpustakaan di Amerika. Kembali ke Jakarta, saya dan anak-anak sempat kehilangan rutinitas harian mengunjungi perpustakaan. Alhamdulillah, beberapa bulan tiba di Jakarta saya menemukan kembali sebuah perpustakaan yang cukup nyaman untuk kami kunjungi di wilayah Jakarta Selatan. Tentu saja, lokasinya tidak di seberang rumah, seperti waktu di Amerika. Kali ini kami harus berkendara setidaknya 20 menit baru tiba di perpustakaan. Selain itu, buku yang boleh kami pinjam juga terbatas hanya tujuh saja.

Kami bersyukur masih bisa menikmati buku-buku perpustakaan di Jakarta. Namun, saya yakin ada banyak anak di Indonesia yang belum bisa menikmati buku-buku berkualitas secara gratis. Itulah mengapa, sejak dahulu saya bercita-cita untuk membuat perpustakaan di rumah dan turut berkontribusi untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak Indonesia. Alhamdulillah, di bulan Ramadhan lalu, di tengah pandemi yang mendera, saya dan anak-anak memulai proyek Ramadhan kami dengan membuka ‚Äúpick up library‚ÄĚ bagi teman-teman komplek. Senang rasanya bisa berbagi, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada. Semoga Allah mudahkan cita-cita kami dalam menanamkan kecintaan literasi pada anak Indonesia. Aamiin YRA.

#HariKunjungPerpustakaan

#TantanganRBM

Perpustakaan Rimba Baca di Jaksel
Daftar Pinjaman Buku "Pick Up Library"
Source Featured Image: Background photo created by mrsiraphol - www.freepik.com
mamafahima
admin@yulianasamad.com
No Comments

Post A Comment