5 Tips Lancar Berbicara Di Depan Publik

5 Tips Lancar Berbicara Di Depan Publik

“Mbak Lia jadi MC yah,” pinta Ibu Konsul Jenderal melalui sebuah pesan whatsapp. Waduh, sesungguhnya saya paling enggan untuk mengambil peran berbicara di depan publik. Saya tipe yang lebih senang bergumul dengan pekerjaan belakang panggung. Namun karena saat itu saya sedang hamil besar, pekerjaan yang paling tidak menguras tenaga ya rasanya memang menjadi Master of Ceremony (MC). Saya pun mengiyakan permintaan Bu Konjen untuk menjadi MC pada sebuah acara diplomatik antara Indonesia dan Filipina.

Saat ini, kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) menjadi salah satu skill yang wajib dimiliki oleh siapa saja. Ketika Institut Ibu Profesional mengadakan webinar tentang Public Speaking, tanpa ragu saya segera mendaftar. Berikut beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari acara tersebut:

  1. Persiapan Materi

Persiapan materi adalah langkah awal dalam menunjang sukses tidaknya penampilan public speaking seseorang. Kita harus tahu nih apa yang kita bicarakan dan bagaimana sebaiknya kita menampilkan materi tersebut. Apakah kita akan membuat sebuah power point, menyelipkan beberapa video, atau permainan interaktif, itu semua kita putuskan saat mempersiapkan materi.

  1. Kenali Audience-mu

 Hal lain yang perlu kita ketahui dalam mempersiapkan materi adalah mengenali siapa sih audience atau penonton kita? Pilihan diksi dan intonasi ketika berbicara di depan orang dewasa tentu berbeda dengan berbicara dengan anak-anak. Level pendidikan dan gender audience kita juga bisa menjadi penentu cara kita menyampaikan pesan.

  1. Pentingya Berlatih

 

Salah satu kunci utama kesuksesan public speaking adalah dengan banyak berlatih. Setelah materi disiapkan, latih diri untuk mempresentasikannya di depan kaca, depan keluarga, atau bisa juga direkam di video. Lihat kembali penampilan kita apakah sudah pas atau ada yang perlu diperbaiki? Ulangi terus hingga kita merasa telah maksimal.

  1. Relaksasi Sebelum Tampil

 

Persiapan yang baik bisa runyam sekejap bila kita diserang rasa panik menjelang tampil. Untuk itu, relaksasi sebelum tampil menjadi penting. Beberapa teknik yang bisa dilakukan diantaranya dengan latihan pernafasan diafragma. Letakkan kedua tangan di bawah dada, kiri dan kanan. Bernafaslah dalam-dalam dengan hidung lalu hembuskan perlahan dari mulut. Rasakan diafragma kita mengembang selama melakukan teknik ini. Latihan ini selain membantu relaksasi, juga sangat efektif dalam membantu kita tak kehabisan nafas saat berbicara.

Selain pernafasan, teknik relaksasi lainnya adalah dengan melemaskan otot-otot lidah dan wajah. Hal ini bisa dilakukan, misalnya dengan berhitung “satu ribu, dua ribu, tiga ribu,” dan seterusnya hingga sepuluh ribu. Lakukan dengan kecepatan yang bertingkat secara bertahap: dari pelan hingga sangat cepat. Sementara itu, melemaskan otot wajah dapat dilakukan dengan senam wajah seperti gerakan memonyongkan mulut, memejamkan dan membuka mata, dan lain sebagainya.

  1. Teknik bicara tersenyum dan giggling

Teknik berbicara sambil tersenyum adalah teknik andalah bagi para public speaker. Teknik ini memberikan rasa relaks baik pada pembicara maupun peserta yang menyimak. Selain itu, teknik ini juga memberikan suasana yang menyenangkan sehingga peserta dapat lebih tertarik dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Namun demikian, penggunaan teknik ini harus disesuaikan dengan tema yang dibawakan ya. Kalau menyampaikan isu-isu kriminal ya sudah pasti nggak cocok memakai teknik ini ;p

Itulah lima teknik yang bisa kita praktikkan untuk kelancaran berbicara di depan publik. Mengutip pernyataan Mba Indah Laras sang mentor public speaking, tak ada alasan suara “cempreng” sehingga tak percaya diri tampil. Buktinya, banyak penyiar radio yang suaranya tidak indah, seperti Desta maupun Rico Ceper, tapi tetap bisa membawakan sebuah materi secara menarik. Jadi, teruslah berlatih dan percaya bahwa kita pasti bisa! 🙂

#Writober2021 #Suara #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta

mamafahima
admin@yulianasamad.com
No Comments

Post A Comment